♥ Ada 2 cara dalam memberi makan si kucing,   yaitu :

1. Usahakan makanan selalu tersedia di tempat makan si kucing..

Jadi pada saat kucing mau makan, makanan sudah tersedia di tempat makanya.  Cara ini baik untuk kucing kecil (kitten) atau kucing yang masih dalam masa pertumbuhan. Hati-hati yaaaaa…..karena ada kecenderungan terjadinya kegemukan/obesitas/overweight. 😀

2. Memberi makan 2 atau 3 kali sehari

Biasanya makanan diberikan pada pagi hari dan sore hari. Cara ini baik untuk kucing dewasa yang pola makannya sudah teratur. Jangan lupa perhatikan jumlah makanan yang diberikan, karena jumlah makanan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Pentiiiingggg…!!!!

Khusus untuk air minum si kucing harus selalu tersedia setiap saat dan harus sering diganti agar air minum si kucing tetap bersih. 😉

♥ Kebutuhan nutrisi si kucing

Diet kucing bersifat unik dan berbeda dengan anjing (jangan memberi makan kucing dengan makanan untuk anjing ya..hihi :D. Pastikan makanan yang kita  berikan untuk si kucing mengandung jumlah vitamin dan nutrisi yang cukup. Jangan terpengaruh dengan harga yang murah, karena harga yang murah belum berarti baik untuk si kucing. Biasakan meneliti kandungan makanan, yang biasanya tercetak pada kemasan.

♥ Berikut ini beberapa acuan nutrisi yang diperlukan kucing :

  • Kandungan protein tinggi, minimal 25 %. Semakin tinggi kandungannya biasanya lebih baik.
  • Rendah lemak,  efisiensi pencernaan lemak pada kucing sangat rendah.
  • pH rendah (derajat asam tinggi).
  • Magnesium rendah. Kandungan magnesium tinggi dapat menyebabkan gangguan pada saluran kencing.
  • Taurin.
  • Asam arakidonat (arachidonic acid).
  • Vitamin & mineral ( Vit A, B12, Niacin, Thiamin).

♥ Ada 2 jenis makanan untuk si kucing, yaitu basah dan kering.

1. Makanan kering (dry food)

Makanan kering biasanya baik bagi si kucing. Pemberian makanan kering baik untuk kesehatan gigi, lebih tahan lama dan umumnya lebih bergizi karena mengandung banyak bahan gizi tambahan.

2. Makanan basah (kalengan/wet food) Makanan basah/kalengan kurang baik diberikan untuk jangka panjang looohhhh. Makanan ini biasanya lebih berupa junk food bagi si kucing.  Selain kurang baik bagi kesehatan gigi, karena sering menyebabkan timbulnya plak dan karang gigi dan kandungan nutrisi yang kurang lengkap, kucing yang biasa diberi makanan basah biasanya agak susah berganti makanan terutama ke jenis makanan kering. o_O

♥ Kebutuhan Makanan Berdasarkan Umur & Kondisi

Yang perlu diperhatikan dalam memberi makanan kucing adalah usia kucing dan bagaimana kondisinya. Berikut ini diuraikan secara singkat.

1. Anak kucing umur < 1 tahun (kitten).

Anak kucing dapat mulai diberi makanan pada umur 3-4 minggu. Makanan yang diberikan biasanya direndam air hangat secukupnya, dihancurkan dan dihaluskan. Untuk pertama kali anak kucing masih perlu diajari, disuapi dengan pipet atau oleskan sebagian kecil makanan pada mulut, kemudian dekatkan piring makanan untuk melihat apakah sudah mau makan sendiri. Berikan makanan khusus untuk anak kucing (kitten) karena biasanya kandungan protein lebih tinggi dan banyak mengandung nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan. Sampai dengan umur 2-3 bulan jumlah/proporsi air dalam makanan bisa dikurangi secara bertahap hingga kucing bisa makan, makanan kering sepenuhnya.

2. Kucing dewasa > 1 tahun (adult)

Kucing dewasa dengan berat sekitar 4-5 kg setidaknya membutuhkan energi dari makanan sebesar 300 kalori. Berikan makanan dengan nutrisi cukup dan seimbang, biasanya terdapat tulisan Complete atau Balanced pada kemasan makanan. Usahakan kucing tidak fanatik/diberi makanan dengan merek yang sama terus menerus. Sekali-sekali perlu pergantian merek makanan agar pencernaannya terlatih terhadap berbagai jenis makanan. Perhatikan juga pH dan kandungan mineral makananagar terhindar dari gangguan saluran kencing.

3. Kucing bunting/hamil & menyusui

Pada saat bunting dan menyusui, induk kucing memerlukan makanan dengan kandungan protein tinggi. Pada saat bunting biasanya diberikan makanan untuk kitten karena kandungan proteinnya lebih tinggi. Suplemen kalsium dapat diberikan pada induk yang menyusui anaknya.

♥ Jumlah/Bobot/Banyaknya Makanan Kucing dewasa dengan berat sekitar 5 kg memerlukan energi makanan sekitar 300 kalori. Perhatikan kandungan kalori pada kemasan makanan, tentukan jumlah makanan agar mencukupi kebutuhan kalori selama satu hari, kemudian bagi jumlah tersebut sesuai dengan frekuensi pemberian makan (2 atau 3 kali sehari).

Sebagai patokan lain yang dapat digunakan, dihitung dari berat kucing. Biasanya setiap hari kucing makan sekitar 2% dari berat badannya. Jadi bila berat kucing 5 kg, makanan yang diperlukan sekitar 2% x 5 kg = 100 gr, berarti sekitar 100 gr/hari.

Gimana yaaa cara mandiin kucing yang benaaarrr???

Bagi yang belum terbiasa, mungkin ragu memandikan sendiri kucing kesayangan Anda, padahal kucing sangat suka dimandikan. Dan perlu diingat bahwa kucing adalah hewan yang suka kebersihan dibandingkan hewan lainnya.

Sebenarnya tidaklah sulit utuk memandikan atau grooming kucing. Dan memang sebaiknya kita biasakan memandikan kucing kesayangan kita sendiri tanpa harus pergi ke petshop. Selain bisa hemat tenaga, hemat uang dan hemat waktu, juga kebersihan kucing kita lebih terjamin. Di samping itu kucing kita juga akan lebih dekat dan sayang dengan kita. Mulai sekarang jangan ragu lagi untuk membiasakan diri memandikan kucing kesayangan Anda.

Persiapan alat dan bahan
1. Air hangat/dingin
2. Handuk yang lembut
3. Sikat khusus kucing atau sikat gigi
4. Pengering bulu kucing (hairdryer)
5. Sisir kucing tipe sikat (brush comb)
6. Shampoo kucing atau shampoo obat (shampoo anti kutu, anti jamur atau anti bakteri)
7. Kapas
8. Parfum khusus kucing

Cara memandikan :

Sebelum dimandikan, periksa bagian-bagian di seluruh tubuh kucing, karena mungkin ada yang sakit.
Jamur biasanya menyerang bagian dagu, ketiak, lipatan paha, telapak kaki, ekor dan pangkal ekor. Tungau Scabies paling sering menyerang bagian telinga luar dan ujung-ujung telingan bagian dalam. Kutu pinjal sering menyerang bagian atas kepala, dagu, ketiak dan lipatan paha. Ingat-ingatlah bagian yang sakit tersebut, karena harus terkena shampoo dan disikat pada saat dimandikan.

Setelah semuanya sudah disiapkan, dan seluruh tubuh kucing sudah diperiksa. Barulah kita mulai dengan pertama-tama tutup lubang telinga kucing dengan kapas. gunanya agar air tidak bisa masuk ke dalam telinganya ketika sedang dimandikan.

Basahi seluruh tubuh kucing dengan air dingin/hangat (kucing kecil sebaiknya dimandikan dengan air hangat), dengan berlahan2 sambil digosok pelan agar airnya bisa meresap sampai dasar kulitnya. Pastikan air membasahi seluruh bulu sampai ke kulit. Pengobatan tidak akan efektif bila air dan shampoo tidak mencapai kulit. Pada kucing dengan bulu panjang dan tebal lebih mudah disemprot menggunakan air bertekanan tinggi.

Kemudian berilah shampo khusus kucing, ratakan shampoo ke seluruh tubuh dari kepala hingga ujung ekornya, sambil dipijat/disisir menggunakan jari. Hati-hati pada saat memberikan shampoo pada daerah sekitar mata dan hidung (wajah). Usahakan shampoo tidak masuk ke mata. Setelah merata, sikat dan bersihkan bagian-bagian yang sakit dengan sikat gigi. Hati-hati bila menyikat bagian yang luka. Pastikan shampoo berada di tubuh selama 5-7 menit agar kutu, jamur dan bakteri penyebab penyakit mati terkena shampoo obat.

Bilas/siram seluruh tubuh kucing dengan air hingga bersih. Periksa kembali bagian-bagian yang sakit. Pemberian shampo diulang sekali lagi, sambil membersihkan/menyikat kembali bagian-bagian yang sakit. Ratakan shampoo dan biarkan kembali 5-7 menit, kemudian dibilas sampai bersih, dan pastikan sudah tidak ada shampo yang tersisa di bulu-bulunya.

Keringkan kucing dengan handuk yang lembut, kemudian keringkan kucing dengan pengering rambut (hairdryer) sambil disisir. Penyisiran bertujuan menghilangkan rambut yang rontok dan mempercepat pengeringan rambut.

Pastikan bulu dan seluruh tubuh kucing kering sampai ke kulit, terutama di daerah dengan bulu tebal dan yang agak sulit seperti daerah perut, kaki belakang, daerah diantara kaki belakang, pangkal ekor dan telapak kaki.

Pengeringan yang tidak sempurna akan menciptakan lingkungan dan kelembaban yang cocok bagi tumbuhnya jamur.

Setelah bulu-bulu kucing benar-benar kering dan rapih, maka terakhir semprotlah sedikit parfum khusus kucing.

Source : www.kucing.biz

Advertisements